Adakalanya saatnya kita bahagia mengingat segalanya, walau pahit kita tahu dan bahkan kita dapat membungkus segalanya dalam kenangan apa yang telah terjadi mungkin takkan pernah kembali, namun kita semua takut itu akan terulang lagi disaat aku tahu aku tak mau tahu bahwa aku tahu apa yang selalu membuatku merasa takut. Dikala mengingat saat-saat itu aku menangis, tertawa dan juga bisa bahagia.
Karna luka yang kau beri kini aku sadar aku telah engkau sia-siakan. Ketulusan ini tak lagi mampu membohongi hati bahwa “engkaulah” segala-galanya di hidupku. Dulu bagiku engkau adalah segalanya tanpamu aku tak bisa menangis, tanpamu aku tak bisa bersedih dan tanpamu aku tak bisa bahagia. Bukankah hidup terus berjalan ??
Hatiku mulai membentakku untuk meninggalkannya, bukankah dia terlalu berharga. Nafasku mulai menolak kata hatiku dan ku sadari betapa hancurnya aku ketika ingin melepasmu dari mimpiku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar